Google

Jumat, 11 Juli 2008

Pahala dan Dosa Saling Gencet di Internet

Walaupun begitu, kita sebagai muslim yang taat harus sadar bahwa kemajuan apa pun yang telah dicapai di bidang teknologi jangan sampai melalaikan diri kita dalam beribadah kepada Allah. Kita harus tetap mempertimbangkan baik buruknya perbuatan yang telah atau akan kita lakukan dengan internet itu. Sebab, teknologi itu sifatnya netral. Bisa digunakan untuk kebaikan. Tapi, dapat pula dipakai untuk kejahatan. Misalnya, ahli energi nuklir sudah mampu mengembangkanpemanfaatan nuklir untuk pembangkit tenaga listrik, energi panas, dan sebagainya. Namun, ada pula yang menggunakan kemajuan pernukliran itu dengan menyalahgunakannya untuk membuat senjata pemusnah massal dalam bentuk senjata nuklir.Demikian juga internet. Kita bisa memanfaatkannya untuk media dakwah secara tertulis maupun dalam bentuk video dan audio. Kita dapat mengirimkan karya tulis ke berbagai media massa di seluruh penjuru dunia dengan layanan e-mail. Gratis pula! Naskah kita pun bisa sampai ke komputer redaksi media massa yang nun jauh di sana hanya dalam hitungan detik. Kita pun bisa menjalin hubungan internasional dengan orang-orang di mancanegara. Kita bisa memperoleh informasi terbaru dari berbagai belahan dunia dari situs-situs yang menyediakan berita. Kita bisa pula menggali ilmu pengetahuan dan penemua di bidang iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), kesehatan,dan lain-lain. Masih banyak lagi nikmat internet yang bisa kita reguk pada setiap saat dan kapan pun kita mau.Itulah anugerah Allah yang Maha Pemurah kepada umatmanusia dalam bentuk internet. Alhamdulillaah!Di sisi lain, internet juga menyimpan bongkahan keburukan. Karena sifatnya yang tanpa batas, internet bisa dijadikan ajang obral informasi mesumdan gambar-gambar porno. Bisa juga untuk menyebarluaskan berbagai modus operandi kejahatan.Misalnya, panduan cara meracik dan membuat bom, membobol bank dan kartu kredit, dan sebagainya. Subhaanallaah!Jadi, pada akhirnya, baik buruknya pemakaian internettergantung pada niat pemakainya. Di internet, tidak adapilih kasih antara yang baik dan yang buruk. Tidak ada seleksi mana yang berpahala dan yang menimbulkan dosa. Tak ada filter mana yang haq (benar) dan yang baathil (buruk). Mau yang baik, ada. Ingin yang buruk, juga tersedia. Baik dan buruk saling mendesakkan satu sama lain. Pendek kata, pahala dan dosa keadaannya saling gencet di internet.Nah, sebagai orang yang menganut agama Islam dan memegang teguh tali Allah, kita harus selalu ingat firman Allah s.w.t. dalam Al Quran, surat Az Zalzalah,ayat 7 dan 8. Di situ, Allah berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscayadia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, dia akan melihat (balasan)nya pula.” Artinya, apa pun yang kitalakukan, pasti kita akan memperoleh balasannya. Maka, kalau kita mempergunakan internet dengan niat baik dan kita laksanakan dengan baik pula, pasti Allah akan menganugerahinya pahala. Sebaliknya, jika menyalahgunakaninternet untuk kemunkaran, maka pasti pula Dia akan menghukum kita dengan beban dosa. Pahala dan dosa kita berinternet akan ditimbang-Nya dengan sangat adil walaupun seberat dzarrah atau atom sekali pun!Biar pun pahala dan dosa saling gencet di internet, Allah harus tetap di hati kita dengan lengket. Kita harustetap mempergunakan parameter yang Allah tetapkan dalam menentukan baik buruknya dalam berinternet. Patokan dasarnyasudah ada, yaitu kita harus berniat untuk berbuat baik dalam berinternet serta melaksanakan niat baikitu selama berselancar dalam internet. Kita memang dituntut lincah berbelok, bahkan menikung tajam, tatkala bersurfing di internet. Itulah gunanya hatikita lengket dengan Allah yang merupakan kendali terbaik dalam menuntun diri kita selama berinternet.Jadi, kesimpulan akhirnya, kalau bisa memetik pahala berlimpah dengan mudah, buat apa bersusah payah menuai dosa dari internet?

Pengirim : Saiful Ashad*