Google

Minggu, 04 Oktober 2009

script search Menggunakan Store Procedure SQL server menggunakan Delphi 2009

Dalam Pembuatan Program sering sekali kita ditanyakan oleh proveder yang kita kenal tentang store procedure.
Sebenarnya mudah menggunakan Store Procedure karena semua script yang digunakan disimpan didlam server dan kita tinggal menginputkan parameter-parameter acuan yang diperlukan dan kemudian dijalankan.

Sekilas contoh :

misal kita buat tabel mahasiswa yang terdiri dari colom nama, nomor mahasiswa, alamat, dll. Dari tabel tersebut biasanya kita jika ingin mengambil data tersebut menggunakan bahasa sql di programming delphi sehingga program mudah dilihat dan mudah di acak-acak orang. Sehingga untuk menghindari hal tersebut dapat digunakan sistem store procedure dengan menyimpan script sql di sercer.

Cara membuatnya :
1. Buat tabel mahasiswa yang terdiri dari field colom nama, npm, alamat (type data string aja semua)
2. kemudian click programmability->Store Procedures
3. click kanan pada store procedures -> new stored procedure

maka akan muncul

-- ================================================
-- Template generated from Template Explorer using:
-- Create Procedure (New Menu).SQL
--
-- Use the Specify Values for Template Parameters
-- command (Ctrl-Shift-M) to fill in the parameter
-- values below.
--
-- This block of comments will not be included in
-- the definition of the procedure.
-- ================================================
SET ANSI_NULLS ON
GO
SET QUOTED_IDENTIFIER ON
GO
-- =============================================
-- Author:       
-- Create date:
-- Description:   
-- =============================================
CREATE PROCEDURE
    -- Add the parameters for the stored procedure here
    <@Param1, sysname, @p1> = ,
    <@Param2, sysname, @p2> =
AS
BEGIN
    -- SET NOCOUNT ON added to prevent extra result sets from
    -- interfering with SELECT statements.
    SET NOCOUNT ON;

    -- Insert statements for procedure here
    SELECT <@Param1, sysname, @p1>, <@Param2, sysname, @p2>
END
GO


4. ubah scrip sesuai dengan scrip anda
USE [dbSTIESIA]
GO
/****** Object:  StoredProcedure [dbo].[sp_buatprefix_transaksi]    Script Date: 10/05/2009 13:27:04 ******/
SET ANSI_NULLS ON
GO
SET QUOTED_IDENTIFIER ON
GO
-- =============================================
-- Author:       
-- Create date: <28 Agustus 2009>
-- Description:   
-- =============================================
Create PROCEDURE [dbo].[sp_mahasiswa]
    @nama        varchar(25),
    @npm        varchar(20),
    @alamat        varchar(50)

WITH RECOMPILE
AS
BEGIN
    SET NOCOUNT ON;
   
    -- =============================================
    -- Tampilkan semua data yang ada
    -- =============================================   
        SELECT
            npm,
            nama,
            alamat
        FROM
            Tblmahasiswa
           
        WHERE
            nama            like '%'+@nama+'%'
            and npm            like '%'+@npm+'%'
            and alamat        like '%'+@alamat+'%'

END


5. setelah terbentuk ganti kata create menjadi alter

pembuatan store procedure telah selesai.

Sekarang gimana cara menggunakan nya di Delphi program, mudah sekali siapkan komponen
1. Tadoconection
2. Tadostoreprocedure
3. Tdatasource
4. RzDBGrid
5. edittext.

setelah mempersiapkan komponen tersebut atur koneksi string seperti biasanya mengkoneksikan database
kemudian pada tdatasource ubah pada dataset = tadostoreprocedure, dan pada
tadostoreprocedure ubah pada
1. conectiction = tadoconection
2. procedurename = cari nama store procedure yang telah kita buat
3. parameters click akan muncul beberapa parameter sesuai yang telah kita deklarasikan di store procedure di sql server.

atur parameter dengan nilai value dengan null, kemudian double click mada tadostoreprocedure kemudia click kanan dan pilih add all field, maka akan muncul output yang ingin kita tampilkan dalam store procedure.

oke semua dah klir tinggal Rzdbgrid hanya mengganti nilai dari datasource menjadi tdatasource.

setelah semua selesai maka silahkan tambahkan program berikut

with tadostoreprocedure do
begin
    close;
    parameters[1].value := ednama.text;
    paremeters[2].value := ednpm.text;
   paremeters[3].value := edalamat.text;
  open
end;

Jumat, 11 Juli 2008

Sabar dan Tawakal di Saat Gagal

Allah SWT berfirman, “Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (Al Quran surat Ali ‘Imran: 159)

Allah SWT juga berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (Al Quran surat Ali ‘Imran: 200)

Saat ini, kita jadi prihatin lantaran berita ketidaklulusan dalam UAN (ujian akhir nasional) yang dialami oleh sebagian siswa SLTA dan nanti disusul untuk siswa SLTP. Meski persentasinya kecil, jumlah siswa yang tidak lulus mencapai ribuan. Pasti mereka merasakan kesedihan yang mendalam. Betapa tidak! Mereka telah bersusah payah sekolah selama hampir tiga tahun. Tapi, gara-gara satu pelajaran yang di-UAN-kan di bawah nilai standar kelulusan, maka terpaksa mereka harus mengulang satu tahun lagi alias ngendog.

Protes dari yang tidak lulus dan pihak-pihak pendukungnya gencar dilakukan. Tuntutan untuk mengadakan ujian ulang (her) juga begitu kuat. Bahkan, ada pula yang nekad melakukan hal-hal yang anarkhis. Gonjang-gonjing ketidaklulusan ini pun berhembus sampai ke Pemerintah Pusat. Namun, pihak penguasa itu tetapo tidak mengabulkan tuntutan keras mereka.

Lalu, bagaimana sebaiknya kita menyikapi hal itu secara arif dan islami?
Tidak lulus UAN pada hakikatnya merupakan kegagalan. Itu pasti menyakitkan siapa pun yang mengalaminya. Bukan hanya yang gagal saja, tapi juga orang-orang terdekatnya. Dalam keadaan seperti ini, rasa frustasi dan putus asa pasti menghantui hati. Maka, jangan heran jika mereka yang tidak lulus UAN itu menangis, pingsan, mengamuk, dan bahkan melakukan tindakan anarkhis lainnya. Semua itu merupakan perwujudan rasa ketidakpuasan mereka atas kegagalannya.

Sikap semacam itu, tentu saja, sangat kita sayangkan. Mengapa? Karena, hakikat kegagalan UAN salah satunya akibat kemalasan siswa sendiri. Mereka kurang mempersiapkan diri dengan baik. Mereka menganggap, ikut UAN, berarti lulus. Toh pelajaran yang di-UAN-kan hanya beberapa saja. Itu pun nanti waktu ujian bisa saling kerja sama, saling contek, dan tindak kecurangan lainnya. Sikap siswa yang demikian akhirnya menjadi blunder bagi dirinya sendiri, yakni berupa gagal dalam UAN.

Selain persiapan yang kurang maksimal, juga kurang berserah diri kepada Allah alias tawakal. Mereka anggap dengan belajar saja cukup, tanpa menyandarkan hasil akhir kepada-Nya. Jiwa religius semacam inilah yang kurang dimiliki siswa, baik yang lulus, apalagi yang tidak. Seolah-olah lulus tidaknya UAN itu hanya tergantung usaha mereka sebagai manusia. Padahal, di atas mereka masih ada Dzat yang paling menentukan, yaitu Allah yang Mahakuasa.

Kalau sudah gagal begini bagaimana? Jalan satu-satunya adalah bersabar dan bertawakal sesuai firman Allah di atas. Di dalamnya, mengandung makna melakukan koreksi diri, berusaha keras mengikuti UAN tahun depan atau mengikuti ujian persamaan kejar paket B (untuk SLTP) atau C (untuk SLTA), serta jangan lupa bertawakal kepada Allah. Ini perlu dilakukan agar terhindar dari tindakan negatif yang kontraproduktif dan destruktif. Tidak ada gunanya lagi menyesali kegagalan saat ini karena toh itu akibat dari kemalasan sendiri sebelum menempuh UAN.

Yang penting sekarang adalah menatap masa depan. Hal itu harus diwujudkan dengan belajar yang lebih keras, tekun, dan tanpa kenal lelah. Jangan lupa pula menyerahkan segala ikhtiar kepada Dzat yang Maha Berkehendak. Insya Allah dengan dua bekal, yaitu sabar dan tawakal tadi kegagalan saat ini dapat ditebus dengan menembus UAN tahun depan atau ketika ikut ujian persamaan kejar paket.

Kita harus yakin bahwa Allah pasti memenuhi janji-Nya, yaitu siswa yang sabar dan tawakal di saat gagal UAN sekarang pasti akan beruntung dalam UAN yang akan datang. Insya Allah. Amin.
Pengirim : Saiful Asyhad

Nabi Muhammad Sang Astronot Terhebat

Allah swt. berfirman, “Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami (Allah) berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya, Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al Israa’: 1)



Setiap 27 Rajab, umat Islam memperingati Isra’ Mi’raj. Hari besar Islam itu merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad saw. Peristiwa itu merupakan rekor perjalanan terpanjang seorang manusia dari permukaan bumi, ke ruang angkasa yang tiada batasnya, hingga Sidratul Muntaha. Waktu tempuhnya pun cuma semalam. Hingga saat ini, rekor itu belum terpecahkan dan tidak akan pernah terpecahkan hingga akhir kehidupan di muka bumi ini. Subhaanallaah!



Peristiwa Isra’ Mi’raj itu tidak boleh dianggap sebelah mata oleh siapa pun di dunia ini. Akal kita tidak akan mampu menerimanya. Rasio manusia mana pun tidak akan mampu menjangkaunya. Otak brilian siapa pun tidak akan mampu menganalisis peristiwa itu. Mengapa? Karena, peristiwa Isra’ Mi’raj itu hanya dapat dilihat dengan kaca mata iman dalam hati. Sahabat Abu Bakar r.a. adalah orang yang pertama kali mengimani pengakuan Nabi Muhammad saw. tentang Isra’ dan Mi’raj tersebut.



Kalau tidak yakin atas kemahabesaran Allah, kita pasti seperti mereka yang meragukan kebenaran peristiwa antariksa yang luar biasa itu. Mana mungkin Muhammad selamat bepergian di ruang angkasa dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya di ruang hampa, yaitu melebihi 30.000 km/detik? Mana mungkin pula beliau sanggup bepergian ke ruang angkasa tanpa pelindung baju tebal berlapis-lapis seperti yang dipakai para astronot? Mana mungkin juga ada kendaraan ruang angkasa yang bisa menembus kecepatan cahaya itu? Mana mungkin pula manusia bisa selamat di ruang angkasa yang hampa udara? Dan masih banyak pertanyaan meragukan kebenaran Isra’ Mi’raj itu.



Semua pertanyaan sinis dan pesimis itu tidak akan terlontar jika iman di dada tertancap kuat. Orang yang beriman pasti akan selalu membenarkan apa yang disampaikan oleh Allah, termasuk peristiwa Isra’ Mi’raj dalam firman di atas. Memang, tiap hal yang baru dan aneh itu sering kontroversial. Terjadi pro kontra di mana-mana. Bahkan, jangan heran jika banyak yang mencemooh dan menganggap gila. Namun, kita sebagai mukmin, harus yakin 100% bahwa sesuatu yang aneh itu bisa saja terjadi jika yang Mahakuasa menghendaki.



Banyak contoh tentang hal itu. Pisau yang tajam secara rasio pasti bisa menancap di perut seseorang. Tapi, mengapa hal itu tidak terjadi pada perut seorang pendekar sakti? Orang yang dibakar pasti terpanggang dan hangus. Tapi, tidak demikian bagi orang yang memiliki ilmu kanuragan. Bahkan, Nabi Ibrahim a.s. memiliki kemukjizatan tersebut ketika dibakar Raja Namrud. Tubuh dan pakaiannya tidak tersentuh sama sekali oleh api yang panas membara. Orang yang duduk bersila bisa terbang perlahan ke atas dengan konsentrasi yoga. Dan sebagainya. Bagaimana akal bisa merasionalisasikan hal-hal ganjil itu? Pasti tidak akan mampu, bukan?



Nah, seperti itulah gambaran kalau kita melihat Isra’ Mi’raj itu hanya dengan kaca mata akal, rasio, nalar, logika, atau pancaindera lainnya. Kita pasti pusing tujuh keliling karena tidak mampu menjelaskannya. Kita harus ingat bahwa kemampuan yang ada dalam tubuh kita ini terbatas sekali. Kalau toh memiliki kemampuan, itu semata-mata karena hidayah dari Allah.



Satu-satunya dari tubuh kita yang bisa menembus kepada ilmu Allah adalah hati nurani. Itu pun dengan syarat hati nuraninya bersih, suci, dan dipenuhi keimanan kepada Allah. Pendek kata, dengan hati nurani yang penuh iman, apa yang tersembunyi di balik suatu peristiwa pasti akan mudah diketahui atas izin Allah. Maka, muncullah istilah dalam masyarakat: wali, kiai khosh, kiai keramat, wong waskita, weruh sakdurunge winarah, dan sebagainya.



Jadi, peristiwa Isra’ Mi’raj itu juga ujian iman kita semua. Kalau hati masih beriman, pasti kita dengan bangga memuji-muji Allah yang telah menjadikan Nabi Muhammad sebagai Sang Astronot Terhebat di jagad sepanjang hayat.


Pengirim : Saiful Asyhad, S.H.